Semua Tak Terlihat Sama

Hai........
Ini saya, yang kembali pulih dari sebuah luka.
Meski sebenarnya tidak pulih seutuhnya, tapi lebih baik dari sebelumnya
Inginku sampaikan kepada semesta, bahwa ini lah saya.
Dengan orang yang sama, tetapi dengan kepribadian yang berbeda.
Benar kata orang.....
Berubah menjadi lebih baik, berfikir dan bersikap dewasa banyak rintangannya.
Tidak hanya sekedar omong kosong belaka.
Dan hal inilah yang membuat saya kenapa berubah menjadi berbeda.
Arti berbeda disini bukan berbeda penampilan, material atau jabatan.
Tetapi berbeda kepribadian yang dulunya buruk berubah menjadi baik.
Saya bukan aku, karena aku adalah sapaan terlalu akrab untuk saya.
Karena apabila saya menyebut diri sendiri menjadi aku dan menyebut anda menjadi kamu, itu terlalu akrab kawan.
Karena anda tidak mengenal saya lebih jauh, begitu pun dengan saya sendiri.
Harus banyak lebih giat belajar lagi mungkin, agar menyebut diri sendiri itu baik.
KENAPA SAYA BERKATA SEPERTI ITU ?
Ya memang benar begitu. Sahabat saya sendiri pun yang belasan tahun berteman dengan saya, tidak terlalu mengenal betul siapa saya.
Anda yang baru berteman seumur biji jagung saja sudah menilai saya dari perlakuan,perkataan dan sampulnya saja.
Tolong lah...
Buang jauh-jauh pemikiran seperti itu.
Anda tahu lah seseorang yang belajar di perguruan tinggi itu harus berfikir seperti apa ?
Saya orangnya fleksibel kok tenang saja.
Tidak pernah menilai buruk orang lain, mungkin bertindak agak tegas apabila anda memulai duluan.
Saya menghindar atau mendiamkan anda dengan bertujuan, kami sebagai manusia yang tidak sempurna dan tidak luput dari sebuah kesalahan, untuk intropeksi diri masing-masing.
Saya pun juga mencoba berbicara kepada anda dengan baik, agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara kami.
Ketika masalah datang, utamakan tarik napas panjang dulu lalu berfikirlah dengan kepala dingin.
Carilah kegiatan yang membuat anda tenang dan senang.
Dan berkumpullah dengan orang yang membuat anda merasakan kenyamanan yang amat sangat anda butuhkan.
Banyak yang menilai kegiatan anda yang jalani sekarang di pandang sebelah mata oleh orang lain.
Saya pun demikian, saya membagikan sebuah momen di sosial media dengan bertujuan membagikan kebahagiaan saya.
But, not for them.....
Anda taulah seorang netizen dan orang terdekat dengan anda pun bisa menancapkan sebuah duri kepada anda.
Tapi saya berpifikir pun, ah ya sudahlah biarkan mereka.
Mungkin mereka membutuhkan hiburan.
Tidak usah memikirkan mereka yang sama sekali tidak memikirkan anda.
Mereka juga tidak akan mempengaruhi kehidupan anda.
Buat apa mikirin masalah mereka ? Anda juga sudah memiliki masalah sendiri.
Enjoy it your life, don't care about people to judge you

Komentar

  1. Bagaimana Anda menanggapi tantangan dan kesulitan dalam hidup, dan apa yang ingin disampaikan kepada pembaca terkait cara menghadapi masalah dan tetap menjalani kehidupan dengan positif? Regard Telkom University

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sendu Yang Sudah Menjadi Debu

My Hometown

My Choise