My Choise
Ilmu Hukum
Ilmu hukum adalah salah satu prodi yang masuk dalam jurusan
FH atau Fakultas Hukum. Kenapa aku memilih ini prodi ini ? karena aku
terinspirasi kepada keluarga besar nenek yang mayoritas orangnya bergelut
dalam bidang hukum semua. Seperti Pak dhe yang sudah menjadi Notaris di
Jakarta. Sepupu laki-lakiku yang sudah menjadi Jaksa di Pontianak setelah
menyelesaikan program studinya di UMS tahun kemarin. Dan sepupu perempuanku
yang sebentar lagi mengambil progam studi Pascasarjana di UNAIR Surabaya. Dan
tentunya aku, seorang anak perempuan sedari kecil memiliki keahlian pandai
berbicara ketika sedang berdebat dengan anggota keluarga kalau dalam istilah
jawanya ‘ngeyelan’ . iya itulah aku. Penuh dengan omong kosong yang tidak ada
artinya sama sekali. Sampai ketika ada acara di desa, pak kades sendiri yang
mengingikanku membawakan acara 17 agustus kemaren dibalai desa. Karena menurut
beliau kemampuanku bercakap di depan umum sangatlah bagus. Menurutku aku harus
perlu berlatih lagi untuk pandai berkata-kata.
Aku yang selalu haus akan perhatian orang-orang untuk
mendengarkan setiap bait kata yang aku ucap dan haus akan respon mereka
terhadapku, membuatku ingin merasakan di hargai orang lain. Ya di ilmu hukum
tepatnya. Karena menurutku di dalam prodi ini kita di tuntut untuk mendengarkan
dan mematuhi segala peraturan yang ada. Tidak masuk akal memang penilaianku
tentang prodi ini. Jika kau tak mengerti apa yang ada di otakku, memang rumit
memahaminya.
Back to topic.
Yang ku tahu, disini jurusanku menyandang akreditasi ‘A’
pada tahun 2003. Banyak penghargaan yang diraih mahasiswa dalam prodi ini.
Diantaranya debat-debat yang diadakan di Jawa Timur tentunya. Prodi Ilmu Hukum
UMM menjadi salah satu prodi di lingkungan UMM yang terfavorit, bahkan kelasnya
pun kurang lebih ada 15 ruang. Tidak hanya itu saja materi kurikulum yang
diajarakan disini disesuaikan dengan keadaan politik yang ada di Negara ini.
Yakni Negara kesatuan Republik Indonesia, atau biasa di sebut dengan NKRI.
Aku memilihnya atas dasar motivasi dan kemantapan hati untuk
pindah haluan. Haluan yang dulunya IPA pindah ke progam IPS. Tapi taka pa
buatku untuk mempelajarinya dari nol. Sudah seperti pertamina saja, berawal
dari nol.
Dan aku ingin menjadi dari bagiannya untuk menegakkan
keadilan masyarakat Indonesia.
Komentar
Posting Komentar